Di awal abad ke 19, ketika Srinagar dilanda musim dingin hebat yang seolah dapat menggemeretakkan tulang belulang yang rapuh, seorang lelaki muda berkulit merah dalam keadaan beku sedang berjalan, tak dapat disangkal, kilau kemakmuran dapat dilihat memasuki daerah kota yang paling kumuh dan bobrok, di mana rumah-rumah kayu dan besi berkarat tampak lenyap keseimbangannya, dan dengan pelan dia bertanya, namun dengan suara tegas, di mana dia dapat menyewa seorang bajingan yang bisa dipercaya. Nama laki-laki muda itu Atta, lalu bandit-bandit di daerah itu mengajaknya dengan gembira menyusuri lorong-lorong gelap yang sempit, sesampai di suatu tanah lapang yang basah oleh darah penyembelihan ayam dia dianiaya oleh dua orang yang wajahnya tidak pernah dia lihat, mereka merampas kartu-kartu bank yang nekat dibawanya dalam tamasya seorang diri, dia dihajar hingga nyawanya mendekati ajal.

Iklan