film Malena dan cerpen Goyang Penasaran memiliki kesamaan premis: kegilaan seisi desa pada seorang perempuan cantik. skala kegilaannya mungkin beda, tapi premisnya kurang lebih sama.
kesamaan lainnya adalah keduanya terasa ditulis oleh laki-laki. saya rasa tidak ada yang bisa berhasil menuliskan kegilaan birahi laki-laki pada perempuan selain penulis laki-laki. dengan kemampuan menulis yang sama, setidaknya laki-laki bisa punya pengalaman nyata mendambakan tubuh seorang perempuan. tapi dalam dua kisah itu, digambarkan seorang lelaki yang memiliki hasrat seksual pada seorang perempuan dan memendamnya begitu lama. ini mungkin agak sulit dibayangkan oleh perempuan, apalagi menuliskannya. laki-laki itu makhluk pemburu dan tidak puas dengan hanya satu obyek buruan.
tapi Goyang Penasaran ditulis oleh perempuan.

Iklan